GIRLZEROTH: 18 TAHUN BERTAHAN, KEMBALI BERDIRI, DAN FIGHT AGAINST STIGMA
GIRLZEROTH: 18 TAHUN BERTAHAN, KEMBALI BERDIRI, DAN FIGHT AGAINST STIGMA
Bandung, Indonesia — Est. 2008
Delapan belas tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah band.
Di tengah perjalanan skena musik extreme yang terus berubah, banyak band datang dan pergi. Namun GIRLZEROTH menjadi salah satu nama yang terus menulis perjalanan mereka sendiri.
Berdiri di Bandung pada tahun 2008, GIRLZEROTH lahir dari semangat underground dan extreme music Indonesia. Sejak awal, band ini terus menjalani proses kreatif, mengalami pergantian personel, tampil di berbagai panggung, hingga melakukan perjalanan ke sejumlah kota di Indonesia.
Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan lurus.
Ada masa ketika mereka harus berhenti.
Ada perubahan.
Ada kehilangan personel.
Namun, semangat untuk kembali bermain dan berkarya tidak pernah benar-benar hilang.
DARI BANDUNG, MEMBANGUN NAMA DI SKENA UNDERGROUND
Sejak terbentuk pada 2008, GIRLZEROTH mulai membangun eksistensinya melalui berbagai pertunjukan di skena underground Bandung dan sekitarnya.
Formasi awal mereka terdiri dari Anang pada drums, Neng pada guitar, Emon pada bass, dan Wong Die pada vocals.
Dalam perjalanan berikutnya, pergantian personel menjadi bagian dari dinamika GIRLZEROTH. Formasi mereka kemudian sempat diisi oleh Nadzir pada drums, Neng pada guitar, dan Gina pada vocals.
Dari panggung ke panggung, pengalaman GIRLZEROTH semakin bertambah. Mereka kemudian memperluas perjalanan pertunjukan ke berbagai kota di Indonesia.
KINGDOM WARRIOR: LANGKAH BESAR PERTAMA
Tahun 2017 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan GIRLZEROTH.
Setelah melalui proses panjang dalam bermusik, mereka merilis album pertama berjudul KINGDOM WARRIOR.
Album tersebut berisi 10 lagu dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan GIRLZEROTH.
Setelah album dirilis, GIRLZEROTH menjalankan rangkaian promotional tour ke sejumlah kota, di antaranya Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Cianjur, Jawa Timur, hingga Medan.
Mereka juga tampil dalam sejumlah event metal seperti Hellprint, Bandung Death Fest, dan Bandung Berisik.
Perjalanan tersebut tidak hanya menambah pengalaman panggung, tetapi juga memperkuat keberadaan GIRLZEROTH di tengah skena death metal Indonesia.
KETIKA HARUS BERHENTI
Namun, perjalanan sebuah band tidak selalu tentang panggung dan rilisan.
Ada saat ketika GIRLZEROTH harus menghadapi masa jeda.
Setelah menjalani berbagai aktivitas bermusik dan touring, Nadzir memutuskan untuk mengundurkan diri dari band. Perubahan tersebut kemudian membawa GIRLZEROTH memasuki masa istirahat dari aktivitas panggung.
Kurang lebih lima tahun mereka menjalani periode yang lebih tenang.
Tetapi bagi GIRLZEROTH, berhenti bukan berarti berakhir.
Semangat untuk kembali berkarya tetap ada.
FIGHT AGAINST STIGMA
Perjalanan itu akhirnya kembali bergerak.
Pada 10 Februari 2025, founder GIRLZEROTH, NengJemping, melahirkan kembali sebuah karya yang telah lama terbengkalai: “Fight Against Stigma.”
Single tersebut menjadi awal dari perjalanan menuju album kedua GIRLZEROTH.
Dalam prosesnya, formasi yang terlibat adalah NengJemping pada guitar, Andri pada vocal, Emil pada bass, dan Naufal sebagai additional drums.
Dalam perjalanan promosi album kedua, posisi drummer kemudian dilanjutkan oleh Mike untuk menjaga kesinambungan aktivitas live performance dan promotional activities.
MELAWAN STIGMA MELALUI MUSIK
Lebih dari sekadar judul lagu, Fight Against Stigma membawa pesan yang sangat dekat dengan pengalaman NengJemping sebagai perempuan yang aktif di dunia extreme music.
Di tengah masyarakat yang masih memberikan berbagai stigma terhadap musik extreme, perempuan yang memilih berada di dalam skena tersebut juga dapat menghadapi penilaian, penolakan, hujatan, bahkan intimidasi.
Musik extreme sering kali dipandang sebagai sesuatu yang anarkis, negatif, atau tidak sesuai dengan norma.
Namun, bagi GIRLZEROTH, musik memiliki filosofi, pesan, proses kreatif, dan nilai yang tidak selalu terlihat dari permukaannya.
Dari pengalaman tersebut lahirlah Fight Against Stigma.
Penolakan, hujatan, dan intimidasi yang pernah diterima justru menjadi energi kreatif untuk melahirkan sebuah karya.
Pesan yang dibawa sangat jelas:
SOUND YANG BRUTAL DAN AGRESIF
Secara musikal, Fight Against Stigma membawa pengaruh extreme metal dengan inspirasi dari Psycroptic, Nile, Beyond Creation, dan Deadly Remains.
Karakter Technical Death Metal hadir melalui riff yang kompleks dan agresif, permainan drum yang konstan dengan ruang dinamis, gitar yang tajam, serta karakter bass yang tebal.
Vokal Andri menghadirkan karakter brutal guttural yang powerful.
Keseluruhan elemen tersebut membentuk sound GIRLZEROTH yang tetap brutal dan agresif, namun memiliki karakter musikal yang lebih terstruktur dan dewasa.
BABAK BARU GIRLZEROTH
Tahun 2025 kemudian menjadi titik penting lainnya.
Setelah melewati masa vakum, pergantian personel, dan kembali melalui Fight Against Stigma, founder GIRLZEROTH membangun formasi baru.
Formasi tersebut terdiri dari:
Dengan formasi tersebut, GIRLZEROTH memasuki babak baru dalam perjalanan mereka di skena death metal Indonesia.
Mereka membawa harapan menghadirkan death metal yang lebih berwarna, lebih dewasa, namun tetap agresif dan tetap gahar.
ALBUM KEDUA: FIGHT AGAINST STIGMA
Setelah single Fight Against Stigma menjadi titik awal kebangkitan GIRLZEROTH, materi tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan menuju album kedua.
Album kedua “Fight Against Stigma” dirilis pada 10 Februari 2026 dan berisikan lima lagu.
Album ini menjadi representasi fase baru GIRLZEROTH setelah perjalanan panjang sejak 2008.
Jika Kingdom Warrior merepresentasikan fase awal perjalanan mereka, maka Fight Against Stigma menjadi simbol keberanian untuk kembali berdiri, menghadapi stigma, dan melanjutkan perjalanan.
FROM INDONESIA TO THE WORLD
Perjalanan GIRLZEROTH kini tidak hanya berbicara tentang masa lalu.
Dengan pengalaman yang dibangun sejak 2008, mereka kembali bergerak memperkenalkan materi terbaru kepada komunitas metal.
Untuk tahun 2026, GIRLZEROTH merencanakan album promotional tour ke:
Perjalanan berikutnya diarahkan menuju panggung internasional melalui rencana Asia Tour 2027, dengan tujuan yang tercantum dalam biography mereka yaitu Philippines dan Dubai.
18 YEARS OF EXISTENCE
Dari Bandung pada 2008 hingga kembali berdiri dengan formasi baru, GIRLZEROTH telah melewati perjalanan panjang.
Pergantian personel.
Touring.
Album.
Masa vakum.
Kebangkitan.
Dan sebuah pesan yang kemudian menjadi bagian penting dari identitas mereka:
FIGHT AGAINST STIGMA.
Delapan belas tahun mengajarkan bahwa eksistensi sebuah band bukan hanya tentang seberapa keras musik yang dimainkan.
Tetapi juga tentang bagaimana sebuah band mampu bertahan, berkembang, dan tetap memiliki sesuatu untuk disampaikan.
Hari ini GIRLZEROTH kembali dengan energi baru.
Membawa pengalaman lama.
Membawa perspektif baru.
Dan membawa semangat yang sama untuk tetap menjaga musik extreme tetap hidup.

.png)
Tidak ada komentar