Jasaview.id

Breaking News

JAHAT MULTIVERSE INVESTIGATION — PART 1 ADA GULA, ADA SEMUT ADA MILIARAN, SIAPA YANG MENIKMATI? Rp429.250.000.000 Oleh Jason Hutagalung

 



JAHAT MULTIVERSE INVESTIGATION — PART 1
ADA GULA, ADA SEMUT
ADA MILIARAN, SIAPA YANG MENIKMATI?
Rp429.250.000.000
Oleh Jason Hutagalung


Rp429.250.000.000.

Baca angka itu sekali lagi.

Empat ratus dua puluh sembilan miliar, dua ratus lima puluh juta rupiah.

Saya sengaja membuka investigasi ini dengan angka tersebut karena sebelum kita berbicara tentang RANS, musik, sponsor, perusahaan, saham atau Cataclysmic Summer Tour, saya ingin kita memahami besarnya uang yang sedang kita bicarakan.

Ini bukan uang receh dari skena underground.

Ini bukan uang tiket konser.

Ini bukan uang patungan band.

Ini sudah masuk ke dunia ratusan miliar rupiah.

Dan dari sinilah investigasi baru JAHAT Multiverse dimulai.

SEBELUM KITA MULAI — LAST SEASON FINALE

Pembaca yang mengikuti HARDEN THE FUCK UP WORLDTOUR 2026 sudah tahu bagaimana kita sampai ke sini.

Awalnya saya mengejar sebuah tur metal yang berantakan.

DeadSquad.

Jasad.

Death Vomit.

Cataclysmic Summer Tour.

Sponsor.

Promotor.

Transportasi gagal.

Akomodasi gagal.

Pertunjukan batal.

Enam belas orang Indonesia terlantar di Eropa.

Pertanyaan awal saya sederhana:

WHERE IS THE FUCKING MONEY?

Kemudian RANS muncul.

Saya mengikuti RANS.

RANS membawa saya kepada Kaesang.

Kaesang membawa saya kepada keluarga Presiden.

Keluarga Presiden membawa saya kepada dinasti politik.

Dan ketika saya mengikuti kekuasaan itu kembali melalui sepuluh tahun pemerintahan Jokowi, investigasi membawa saya jauh dari panggung musik:

PAPUA.

Di sana saya menemukan sesuatu yang sama sekali berbeda.

Bukan poster konser.

Keputusan Presiden.

Keppres No. 15 Tahun 2024, ditetapkan 19 April 2024, membentuk Satgas Merauke untuk mempercepat investasi perkebunan tebu terintegrasi dengan industri gula, bioetanol dan pembangkit listrik biomassa. Satgas itu berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, dengan tugas termasuk memfasilitasi ketersediaan lahan serta mengoordinasikan administrasi pertanahan melalui pelepasan kawasan hutan dan/atau pengadaan tanah.

Itulah finale investigasi sebelumnya.

RANS HANYALAH GATEWAY.

Harden the Fuck Up akhirnya membawa saya kepada pertanyaan mengenai kekuasaan Presiden, Papua, PSN, korporasi, kepemilikan dan uang.

Sekarang kita kembali kepada gateway tersebut.

Bukan untuk mengulangi dakwaan Jokowi.

Perkara itu sudah mempunyai artikelnya sendiri.

Sekarang saya ingin melakukan sesuatu yang jauh lebih sederhana.

MENGHITUNG UANGNYA.

Rp429.250.000.000.

Jangan dulu melihatnya sebagai angka perusahaan.

Bayangkan sebagai:

MAKANAN.

OBAT.

RUMAH SAKIT.

UPAH.

KELUARGA.

HARI-HARI KEHIDUPAN ORANG INDONESIA.

Lalu ambil hanya 10 persen.

Rp42.925.000.000.

Bukan semuanya.

SEPULUH PERSEN.

Sekarang pertanyaannya berubah.

Berapa orang Indonesia dapat makan dengan Rp42,925 miliar?

Berapa hari?

Berapa keluarga?

Berapa orang dapat membeli obat?

Berapa orang dapat pergi ke puskesmas atau rumah sakit?

Berapa kehidupan sehari-hari yang dapat disentuh oleh angka yang di dunia korporasi hanya disebut:

10%?

Saya tidak mengatakan uang perusahaan adalah milik orang miskin.

Bukan itu argumentasinya.

Saya sedang melakukan sesuatu yang jarang dilakukan ketika kita membaca berita mengenai miliaran rupiah:

MENGUBAH ANGKA KEMBALI MENJADI MANUSIA.

Karena Rp429,25 miliar terdengar abstrak.

Rp42,925 miliar terdengar abstrak.

Sampai kita membaginya menjadi nasi.

Obat.

Transportasi.

Satu hari kehidupan.

Dua hari kehidupan.

Satu keluarga.

Seribu keluarga.

Satu juta orang.

Barulah kita memahami ukuran sebenarnya.

Dan setelah kita memahami ukurannya, Part 2 akan mengajukan pertanyaan yang lebih berbahaya:

BAGAIMANA UANG SEBESAR ITU BERGERAK?

Dari perusahaan.

Ke sponsor.

Ke kontrak.

Ke agency.

Ke promotor.

Ke rekening.

Keluar Indonesia.

Masuk mata uang lain.

Masuk negara lain.

Dan mungkin berpindah lagi.

Tidak perlu berteriak money laundering.

Tidak perlu memutuskan kejahatannya terlebih dahulu.

IKUTI TRANSAKSINYA.

Karena uang mempunyai satu sifat yang sangat menarik:

Manusia bisa berbohong.

Poster bisa menipu.

Branding bisa mengalihkan perhatian.

Statement bisa dibuat PR.

TAPI LEDGER MEMPUNYAI ANGKA.

Jadi sebelum kita mengikuti uang itu keluar Indonesia, Part 1 akan melakukan satu pekerjaan terlebih dahulu:

KITA HITUNG BERAPA BESAR LAUTAN UANG INI SEBENARNYA.

ADA GULA, ADA SEMUT.

ADA MILIARAN, SIAPA YANG MENIKMATI?

JAHAT MULTIVERSE INVESTIGATION — PART 1

— JASON HUTAGALUNG

Tidak ada komentar